Senin, 28 Mei 2018

SEKAT NYATA


Hey Kamu,
Yang menunggu di seberang sekat 
Karat
Berduri
Abadi

Apakah yang membuatmu jatuh hati?

Kesederhanaan?
Kuharap itu

Jatuhlah lebih dalam
Terus..
Kurang dalam

Ketahuilah Hey Kamu
Yang di seberang sekat

Aku tidak pandai mematahkan
Ku pastikan !

Tuhan...

Ah..
Sebentar

Samakah kita menyebut-Nya?

Jumat ibadahmu pada sang penguasa
Purnama ibadahku pada sang pencipta

Kau menghormati seorang Nabi
Ku menghormati seorang Rsi

Kau memutar Tasbih
Saat ku memutar Genitri

Sekat itu ada
Semakin nyata 

Lalu apa?
Lantas bagaimana?

Harapan,
Waktu mengikis setiap harapan
Namun,
Doa menjadikannya nyata 
Disetiap kita berusaha

Bukankah begitu?
Setujukah denganku?

Jika pada akhirnya nanti
Aku adalah puncak
Akankah kau lelah mendaki?

Karena ketahuilah,
Aku akan menunggu disana
Di tempat yang telah kita janjikan

Hey Kamu
Yang menunggu di seberang sekat
Adakah waktu?
Sebentar saja
Aku ingin mengajakmu merenung bersama

Bukankan Tuhan tidak membedakan umat-Nya?
Namun mengapa sekat itu ada?
Mampukah kau menjelaskan?


Bandung,

Indah Prabasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARAPAN DARI TIMUR

Akhirnya, Panggilan telah terjawab Sebuah impian dan cita-cita mulia Katanya, Kualitas manusia diukur dari keputusan hidupnya Akumulas...