Yang menunggu di seberang sekat
Karat
Berduri
Abadi
Apakah yang membuatmu jatuh hati?
Kesederhanaan?
Kuharap itu
Jatuhlah lebih dalam
Terus..
Kurang dalam
Ketahuilah Hey Kamu
Yang di seberang sekat
Aku tidak pandai mematahkan
Ku pastikan !
Tuhan...
Ah..
Sebentar
Samakah kita menyebut-Nya?
Jumat ibadahmu pada sang penguasa
Purnama ibadahku pada sang pencipta
Kau menghormati seorang Nabi
Ku menghormati seorang Rsi
Kau memutar Tasbih
Saat ku memutar Genitri
Sekat itu ada
Semakin nyata
Lalu apa?
Lantas bagaimana?
Harapan,
Waktu mengikis setiap harapan
Namun,
Doa menjadikannya nyata
Disetiap kita berusaha
Bukankah begitu?
Setujukah denganku?
Jika pada akhirnya nanti
Aku adalah puncak
Akankah kau lelah mendaki?
Karena ketahuilah,
Aku akan menunggu disana
Di tempat yang telah kita janjikan
Hey Kamu
Yang menunggu di seberang sekat
Adakah waktu?
Sebentar saja
Aku ingin mengajakmu merenung bersama
Bukankan Tuhan tidak membedakan umat-Nya?
Namun mengapa sekat itu ada?
Mampukah kau menjelaskan?
Bandung,
Indah Prabasari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar